RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

Prosedur Survey Dan Teknik Wawancara

Posted By CAMPUS On 09.24 Under
Survey adalah suatu teknik mengunpulkan informasi dari masyarakat dengan cara menanyakan sejumlah pertanyaan terstruktur kepada responden. Kunci sukses pengumpulan informasi adalah dilihat dari proses wawancara dan kecakapan dari pewawancara dalam berintraksi dengan responden untuk mendapatkan informasi yang berkualitas.

Kunci sukses wawancara adalah pewawancara mampu mengajak berpartisipasi responden untuk diwawancarai, menjamin kerasiaaan serta berhasil untuk menerangkan secara baik tujuan dari survey.

Hal-hal yang harus diperhatikan pewawancara
1.Responden mempunyai hak untuk mengetahui prihal survey dan wawancara sebelum mereka sujutu diwawancara. Pewawancara harus siap untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh responden seperti
a.Maksud dan tujuan kedatangan pewawancara
b.Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan
c.Bagaimana responden bisa terpilih untuk diwawancara
d.Bagaimana data itu nantinya dipergunanakan
e.Berapa lama waktu wawancara
f.Manfaat survey bagi masyarakat
g.Apakah identitas responden dirahasiakan.

2.Menjaga kerahasiaan semua informasi dari responden karena responden membutuhkan kepastian bahwa pewawancara dapat menjaga privasi mereka. Jangan mendiskusikan tentang apapun yang dikatakan responden kepada orang yang tidak berkepentingan kecuali kepada tim survey. Pewawancara tidak terlibat lansung dalam permasalahan atau peristiwa yang sedang atau akan terjadi terjadi di lokasi survey. Jika mendengar permasalahan atau peristiwa yang terjadi di suatu wilayah, hal tersebut dapat dijadikan bahan informasi untuk memperkaya data isian kusioner tanpa harus terlibat jauh.
3.Teknis penyampaian persetujuan informasi . beberapa wawancara dapat dilakukan mudah, dan yang lainnya tidak mudah bahkan sangat sulit untuk menyakinkan responden agar berperan serta. Menghadapi situasi yang demikian pewawancara harus sanggup menjelaskan pada responden akan arti pentinya keterlibatan responden dalam survey ini.

Teknik Wawancara Umum
Suksesnya wawancara tergantung dari banyak hal diantaranya adalah tingkat sensitivitas pewawancara, taktik, kiat, dan kemampuan hubungan personal dan kepribadian. Teknik wawancara yang akan digariskan berikut guna menyertai prosedur yang akan ditetapkan sebelumnya.
1.Memperkenlkan diri dan menjelaskan tujuan survey
Pewawancara harus menciptakan kesan pertama yang dapat membuat responden bisa menerima kehadiran anda dan dapat melakukan proses wawancara. Sebelum memulai wawancara perkenalkan diri dan jelaskan maksud kedatangan anda.
Hal yang perlu diperhatikan:
a.Cara anda memperkenalkan diri secara ramah dan sopan merupakan kunci pembuka hubungan dengan calon responden. Menjaga sikap rendah hati sebagai seseorang yang membutuhkan bantuan dari responden dengan selalu bermuka manis (senyum), sekalipun sikap responden kurang berkenan.
b.Sampaikan tujuan dulu kesediaan responden untuk diwawancara. Jika saat itu responden belum bersedia diwawancara karena kesibukan tertentu buatlah janji untuk datang diwaktu lain. Jangan memaksa responden untuk diwawancarai saat ia sedang punya kesibukan lain.
c.Bila responden tidak bersedia diwawancarai, anda boleh mencoba menyakinkan sekali lagi bahwa tidak ada jawaban yang salah atau benar dan semua jawaban akan dirahasiakan.

2.Membangun hubungan baik dengan responden
Tugas utama seorang pewawancara adalah membangun rapport atau suatu perasaan saling memahami antara pewawancara dan responden yang akan berdampak baik sehingga akan timbul rasa saling percaya. Usahakan menggunakan pendekatan empati kepada responden dengan cara memahami situasi lingkungan social, budaya, ekonomi responden. Pewawancara menerangkan pertanyaan yang dilontarkan. Aspek lain yang dapat membangun hubungan baik dengan maksud pertanyaan yang dilontarkan. Aspek lain yang dapat membangun hubungan baik dengan responden adalah:
a.Memotivasi responden agar menjadi sumber informasi yang baik
b.Mempertahankan sikap netral tepat seperti yang tertulis
c.Melakukan probing untuk menambah kejelasan informasi yang dibutuhkan

3.Mempertahankan kenetralan
Survey menginginkan pewawancara tetap bersikap objektif dan professional. Sikap pewawancara akan sangat mempengaruhi persepsi responden mengenai sebuah pertanyaan. Menjaga sikap pewawancara selama melakukan wawancara:
a.Jangan menyarankan sebuah jawaban
b.Jangan mengintepretasikan Jawaban responden
c.Jangan Menduga jawaban sebelum responden menjawab.
d.Jangan memberikan pendapat meskipun responden meminta bantuan anda.
e.Jangan menyarankan bahwa satu jawaban lebih disukai oleh responden lain.
f.Jangan berikan setuju atau tidak setuju dengan komentar atau pendapat anda
g.Jangan menghakimi jawaban responden.

4.Probing
Kualitas dari wawancara ditentukan oleh kemampuan pewawancara berkomunikasi dan kritis. Salah satu aspek yang menarik dan penting dari tugas wawancara adalah probing. Probing adalah seni dalam mencari informasi tambahan dengan cara menggali informasi lebih mendalam. Hal-hal yang harus dihindari saat probing adalah kesan yang memojokkan responden, jangan bernada interrograsi seperti polisi menginterrograsi pencuri.
Usahakan situasi probing berlangsung secara rileks, interaktif, komunikatif dan akrab sehingga responden tidak merasa dicerca pertanyaan yang bertubi-tubi.
5.Probing mempunyai dua fungsi utama:
Jenis-jenis Probing
a.Mengulangi pertanyaan
Pewawancara mengulangi pertanyaan sekali lagi karena bisa jadi responden tidak mendengar pertanyaan secara utuh atau kehilangan titik dari pertanyaan. Mungkin pewawanca terlalu cepat saat membacakan pertanyaan. Ulangi sekali lagi pertanyaan agak pelan dengan intonasi tepat sampai responden mengerti apa yang dimaksud dari pertanyaan yang dibacakan pewawancara.
b.Mengulangi jawaban responden
Terkadang dengan mengulangi jawaban dari responden dapat merangsang pemikiran lebih jauh dari responden sehingga mendapat jawaban yang sesuai dengan tujuan pertanyaan.
c.Menggunakan pertanyaan pancingan yang netral
Seperti ‘bagaimana”, Apa yang anda maksud”, “mengapa memilikim pikiran seperti itu” atau pertanyaan lainnya.
d.Mohon penjelasan
Pewawancara boleh menyatakan belum memahami jawaban dari responden, maka meminta responden menjelaskan kembali.
e.Jangan tergesa-gesa pindah ke pertanyaan lain.
Sebelum mendapatkan jawaban yang selengkap mungkin dan mendekati kebenaran/ kenyataan jangan tergesa-gesa pindah ke pertanyaan berikutnya. Sikap tergesa-gesa dapat menyebabkan responden bingung dan sukar mengungat kembali informasi yang yang akan diberikan.
f.Menghadapi jawaban “saya tidak tahu”
Salah satu jawaban yang menggambarkan tanggapan responden yang meragukan adalah jawaban tidak tahu. Jawaban tersebut dapat berarti salah satu dari berikut:
Responden tidak mengerti apa yang ditanyakan
Responden sedang memikirkan pertanyaan itu dan mengatakan saya tidak tahu untuk mengisi kesunyian dan guna memperoleh waktu untuk berpikir. Pewawancara harus sensitive terhadap kemampuan responden dan mengubah teknik bertanya sesuai dengan kemampuannya, harus sabar dan memberi waktu yang cukup untuk responden berpikir.
Responden berusaha menghindari pertanyaan karena ia takut salah menjawab atau ragu atau karena pertanyaan itu menyinggung perasaan. Dalam kedaan seperti ini pewawancara harus menjelaskan bahwa keseluruhan jawaban akan dijaga kerahariaannya, pewawancara yang bijak selalu menyakinkan responden akan kerahasiaan setiap jawaban terhadap pertanyaan yang diragukan.
Responden bisa jadi tidak tahu atau ia tidak memiliki pendapat. Penggunaan beberapa teknik mungkin membantu pewawancara untuk menentukan kenyataan dan kesungguhan bahwa responden tidak tahu.

sumber: Manual Survey A2F REDI-WB
Sumber Web: Kabari Bos

Posting Komentar