RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

LAYANAN LUMBUNG RISET

Posted By CAMPUS On 16.03 6 komentar


Seputar Layanan Lumbung Riset
Blog Lumbung Riset merupakan media layanan one stop on line yang bertujuan untuk memberikan layanan konsultasi dan informasi penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, desertasi, jurnal, artikel dan buku.

Layanan Blog Lumbung Riset hanya diperuntukkan sebagai bahan informasi pembelajaran, refrensi akademik, refrensi penelitian, komparasi penelitian. Blog Lumbung Riset tidak mendukung serta bertanggungjawab atas penyalahgunaan isi terutama kegiatan yang mengarah pada praktek-praktek plagiatisme dalam penelitian

Bagi yang benar-benar serius untuk memanfaatkan jasa layanan kami berupa bimbingan penelitian dan atau tertarik untuk memiliki semua refrensi hasil penelitian versi lengkapnya , saudara bisa langsung menghubungi admin Lumbung Riset dengan mengirimkan pesan melalui FORM PESAN yang telah kami sediakan.

Kepada para semua pihak khusunya mahasiswa, Lumbung Riset mengucapkan banyak terima Kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, kepercayaan, mutu dan kepuasan saudara adalah semangat bagi kami untuk terus mengembangkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua Insan indonesia. Salam Hangat
Contact Form

Analisis Kinerja Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Melakukan SEO (Seasoned Equity Offerings)

Posted By CAMPUS On 11.14 1 komentar
Abstraksi Penelitian
Seasoned Equity Offerings merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan perusahaan yang listed di pasar modal, diluar saham yang terlebih dahulu beredar di masyarakat melalui Initial Public Offerings (IPO). Secara umum Seasoned Equity Offerings, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: pertama, melalui mekanisme right issue, dan melalui mekanisme second offerings, third offerings, dan seterusnya.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Rumusan masalah yang akan diteliti adalah :” Apakah kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia setelah Seasoned Equity Offerings akan lebih buruk secara signifikan dibandingkan dengan sebelum melakukan Seasoned Equity Offerings?”

Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini digunakan metode teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang didasarkan untuk tujuan penelitian. Dari populasi yang ada diambil sampel dengan kriteria sebagai berikut:
Dari populasi yang ada diambil sampel dengan kriteria sebagai berikut:
1.Perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pernah melakukan Seasoned Equity Offerings pada tahun 1998-2003.
2.Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara kontinyu dalam periode tahun 1995 – 2006.
Berdasarkan hasil olahan data dapat diperoleh hasil penelitian antara lain; Berdasar hasil pengujian korelasi paired samples t test menunjukkan hasil korelasi antara kedua variabel sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata.serta paired samples t test, Ho diterima atau likuiditas perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Hubungan debt to equity ratio perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat tidak erat dan benar-benar tidak berhubungan secara nyata. Tingkat leverage perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Korelasi antara profitability ratio perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat tidak erat dan benar-benar tidak berhubungan secara nyata. Tingkat profitabilitas perusahaan setelah melakukan SEO tidak lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Berdasar hasil pengujian korelasi paired samples t test menunjukkan antara korelasi antara Perputaran Aktiva perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata dan tingkat perputaran aktiva perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Berdasar perhitungan paired samples t test, tingkat perputaran aktiva perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO.

Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya

Posted By CAMPUS On 11.09 0 komentar
1.1.Latar Belakang Permasalahan
Sumber daya manusia (SDM) semakin diakui sebagai sumber daya organisasi vital dan sentral di masa yang akan datang. SDM senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi apapun sebagai faktor penentu keberadaan dan peranannya dalam memberikan kontribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Salah satu aspek penting aspirasi setiap SDM adalah berkaitan dengan aspirasi dan sikap terhadap pekerjaan. Faktor pekerjaan ini dapat menjadi indikator ketepatan aspirasi sikap personil suatu organisasi sebagai imbas berbagai pendekatan kebijaksanaan organisasional. Sikap termasuk perasaan dan aspirasi seorang karyawan tentang berbagai dimensi pekerjaan sering diistilahkan dengan “Kepuasan Kerja” (Job Satisfaction).

Menurut Robbins (2001) dalam Cholil dan Riani (2003:13) kepuasan kerja adalah sikap karyawan terhadap pekerjaannya. Robbins (2001) juga mengingatkan kepada setiap pengelola organisasi untuk benar-benar mencermati betapa pentingnya pemahaman dan pemenuhan kepuasan kerja yang memiliki dampak pada tingkat produktivitas, absensi dan perputaran tenaga kerja. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Penyebab para karyawan merasa kurang puas adalah dikarenakan mereka kurang menerima feedback, kemampuan mereka kurang optimal dimanfaatkan, supervisi yang tidak memadai, hanya tersedia sedikit kesempatan untuk ikut berpartisipasi dan pujian atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik jarang dilontarkan oleh atasan mereka serta mereka lebih sering mengalami kebosanan. Logikanya, seorang karyawan yang dipahami, dilayani dan dipenuhi perasaan dan aspirasinya terutama yang berkaitan dengan pekerjaan akan memiliki kesetiaan tulus dan berpotensi memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan keberhasilan tujuan organisasinya. Setiap karyawan sangat sadar betapa itu semua pada gilirannya akan berimplikasi semakin besarnya potensi sumber daya organisasi untuk semakin memenuhi dan meningkatkan kepuasan kerja.

Adapun aspek-aspek atau dimensi kepuasan kerja bersifat variatif. Luthan (1992) dalam Cholil dan Riani (2003:15) menjelaskan dimensi kepuasan kerja terdiri dari pekerjaan itu sendiri, gaji, peluang promosi, supervisi dan kelompok kerja. Sementara McAfee dan Paul (1987) dalam Cholil dan Riani (2003:15) menambahkan dimensi kondisi kerja.

Teori yang mendukung uraian di atas adalah teori motivasi yang dikemukakan oleh Claude S. George dalam Hasibuan (1999:115) yang menyatakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja yaitu : gaji yang layak, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan kerja, tempat kerja yang baik, penerimaan oleh kelompok, perlakuan yang wajar dan pengakuan atas prestasi.

Keberhasilan dan kinerja seorang karyawan dalam bidang pekerjaannya ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepuasan kerja, keterlibatan kerja serta komitmennya pada organisasi. Kepuasan kerja (job satisfaction) merujuk pada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap kerja itu, seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan sikap yang negatif terhadap pekerjaan itu. Keterlibatan kerja (job involvement) mengukur derajat sejauh mana seseorang memihak secara psikologis pada pekerjaannya dan menganggap tingkat kinerjanya yang dipersepsikan sebagai penting untuk harga diri. Karyawan dengan tingkat keterlibatan kerja yang tinggi dengan kuat memihak pada jenis kerja yang dilakukan dan benar-benar peduli dengan jenis kerja itu. Komitmen organisasi didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi itu. Jadi keterlibatan kerja yang tinggi berarti pemihakan seseorang pada pekerjaannya yang khusus. Komitmen pada organisasi yang tinggi berarti pemihakan pada organisasi yang mempekerjakannya.

Teori yang melandasi hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi adalah teori harapan (expectancy theory) yang dikemukakan oleh Victor H. Vroom dalam Hasibuan (1999:116) yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang ia inginkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu. Berapa besar ia yakin perusahaan akan memberikan pemuasan bagi keinginannya sebagai imbalan atas usaha yang dilakukannya itu. Bila keyakinan yang diharapkan cukup besar untuk memperoleh kepuasannya maka ia akan bekerja keras dan berkomitmen tinggi kepada perusahaan atau organisasinya dan sebaliknya.
Komitmen organisasional sedemikian penting untuk dipahami dan diciptakan. Terjadinya komitmen personil atau individu dalam setiap jajaran dan tingkatan organisasi berkaitan dengan sikap keberpihakan personil untuk menyatu dengan tujuan dan sasaran serta sesuai dengan nilai organisasi. Dengan demikian setiap pengelola organisasi apapun sangat berkepentingan untuk menempuh berbagai upaya strategis untuk menciptakan dan melestarikan serta meningkatkan derajat komitmen sumber daya manusia sebagai jembatan untuk mencapai efektifitas perilaku dan kinerja individu, kelompok dan organisasi.

Obyek dalam penelitian ini adalah PT. Bank “X“ yang bergerak di bidang industri perbankan. Sebagai perusahaan jasa, PT. Bank “X” Cabang Surabaya seharusnya lebih memperhatikan kepuasan kerja karyawannya karena karyawan merupakan faktor pelaksana dari segala kegiatan perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa kepuasan kerja akan tercipta apabila gaji yang diterima telah sesuai dengan keahlian yang dimiliki karyawan, memberikan rekomendasi promosi sesuai dengan prestasi yang dicapai, sistem supervisi yang digunakan sesuai dengan tujuan perusahaan, adanya kelompok kerja sehingga tidak terjadi kompleksitas tugas dan lingkungan kerja yang mendukung karyawan untuk lebih berprestasi. Apabila semua dimensi kepuasan kerja terpenuhi maka komitmen para karyawan untuk memberikan jasa terbaiknya dapat terwujud.

Tidak tercapainya target ini, harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak manajemen khususnya bagian personalia agar di masa mendatang, pihak perusahaan dapat mencapai target yang telah ditetapkan dengan jalan melakukan perbaikan faktor-faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan kerja sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan komitmen organisasi demi tercapainya tujuan jangka panjang perusahaan.
Adapun alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut:
1.Besarnya pengaruh gaji yang meliputi (jumlah gaji dibandingkan dengan kebutuhan minimal, beban kerja, pengalaman kerja, dan tingkat kemampuan yang dimiliki seorang karyawan) terhadap komitmen organisasi akan berdampak pada komitmen karyawan terhadap PT. ”X” di Surabaya.
2.Adanya hubungan karakteristik pekerjaan yang terdiri tingkat kemampuan dengan pekerjaan, kebebasan yang diberikan pada karyawan dan umpan baliknya dengan komitmen organisasi yang mempengaruhi kesediaan karyawan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai dan sistem nilai yang ada pada PT. ”X” di Surabaya.
3.Adanya kesempatan promosi (obyektivitas dalam sistem promosi yang ada, kebijakan promosi dan kepercayaan yang diberikan pada karyawan untuk menanggung beban yang lebih besar) karyawan PT. ”X” terhadap komitmen organisasi.
4.Besarnya pengaruh sistem supervisi yang meliputi (perhatian yang diberikan pemimpin, kemampuan pimpinan mengawasi aktivitas karyawan dan obyektivitas dalam menilai kerja karyawan) terhadap komitmen organisasi PT. ”X” di Surabaya.
5.Adanya hubungan kelompok kerja yang terdiri kesediaan untuk bekerjasama dengan rekan kerja, memberi saran kepada rekan kerja dan tingkat persaingan kerja dengan komitmen organisasi pada PT. ”X” di Surabaya.
6.Adanya kondisi kerja (tempat dan fasilitas serta peralatan kerja yang tersedia) karyawan PT. ”X” terhadap komitmen organisasi di Surabaya.

Berpijak pada uraian di atas inilah akan dilakukan penelitian yang mencoba untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Bank “X” Cabang Surabaya dengan judul : Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.

1.1.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.Apakah faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya ?
2.Apakah faktor - faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya ?
3. Dari keenam factor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja) manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bank “X” Cabang Surabaya?

1.2.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1.Membuktikan dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.
2.Membuktikan dan menganalisis pengaruh diantara faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.
3.Membuktikan dan menganalisis pengaruh yang paling dominan diantara faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.

1.3.Manfaat Penelitian
1.Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam upaya menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kepuasan kerja.
2.Penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan ide-ide bagi pihak lain untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

Pengaruh Kepuasan Konsumen Atas Atribut-Atribut Service Recovery Terhadap Niat Menggunakan Ulang Jasa Hotel Inna Simpang Surabaya

Posted By CAMPUS On 11.04 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen atas atribut-atribut service recovery terhadap niat menggunakan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya. Peneliti memilih hotel sebagai obyek penelitian karena pada bidang jasa hotel rentan terhadap keluhan atas pelayanan yang diberikan. Sedangkan Hotel Inna Simpang dipilih karena setelah dilakukan studi awal ternyata ditemukan banyak keluhan yang masuk baik itu yang disebabkan pihak hotel sendiri maupun rekanan hotel Inna Simpang yaitu salah satunya adalah agen perjalanan dan armada taxi. Konsumen yang diteliti adalah konsumen yang dijumpai dimana mereka pernah mengalami ketidakpuasan dan kemudian mengajukan keluhan kepada pihak hotel serta konsumen tersebut terlibat dalam pembuatan keputusan pemilihan hotel yang akan dipakai. Penelitian ini dilakukan mengingat pentingnya menangani keluhan konsumen secara memuaskan, sehingga lebih banyak kesempatan bagi konsumen yang terlibat untuk tetap loyal dan kemudian melakukan pembelian ulang (Lovelock dan Wright, 1999: 137). Karena biaya mencari konsumen baru sekitar lima sampai sepuluh kali lebih mahal daripada biaya untuk memelihara konsumen yang ada (Milyati Arsiani, 1999:120. Selanjutnya penanganan keluhan konsumen ini disebut sebagai service recovery.

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepuasan atas kompensasi, kepuasan atas kecepatan merespon, kepuasan atas permintaan maaf, dan kepuasan atas inisiatif perbaikkan sedangkan variabel tergantungnya adalah niat penggunaan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya.

Jumlah kusioner yang dipakai dalam sampel penelitian ini adlah sebanyak 100 responden. Jawaban kusioner di dapat dengan cara penyebaran kusioner dalam hotel Inna Simpang Surabaya. Dengan Teknik Pearson Product Moment dan teknik crocbach alpha, data penelitian ini telah memenuhi syarat validitas dan reabilitas. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dan perhitungannya dilakukan dengan bantuan program SPSS 10.00 for windows

Model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil penelitian adalah: Y= - 0,623 + 0,385 X1 + 0,311 X2 + 0,308 X3 + 0, 216 X4, berdasarkan hasil analisis tersebut ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas (terdiri dari kepuasan atas kompensasi, kepuasan atas kecepatan merespon, kepuasan atas permintaan maaf, dan kepuasan atas inisiatif perbaikkan) yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikant baik secara parsial maupun simultan terhadap variabel tergantung (niat penggunaan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya). Hal ini bisa dilihat dari hasil uji t dan uji F yang dilakukan.

Nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,835 atau 83,5% dan bertanda positif menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah hubungan searah. Nilai koefisien determinasi (R2) atau R square adalah 0,697. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari persamaan tersebut, sebesar 69,7% dari perubahan Y dipengaruhi oleh empat variabel yang diteliti. Sedangkan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan tersebut. Variabel lain yang mungkin bisa mempengaruhi misalnya kepuasan konsumen atas arstektur dari hotel Inna Simpang Surabaya, dimana menggunakan gaya khas Jawa Timuran, kepuasan atas pelayanan yang baik, switching cost serta faktor lainnya yang dapat mempengaruhi konsumen menggunakan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya.

Perlindungan Hukum Konsumen Jasa Pengangkutan Laut (Studi terhadap Kasus Kecelakaan yang Terjadi di Selat Gresik – Bawean)

Posted By CAMPUS On 15.23 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Sebagai negara kepulauan, penggunaan transportasi laut akan menjadi pilihan utama. Hal ini dikarenakan pengangkutan laut lebih ekonomis, dan sesuai dengan kemampuan masayrakat Indonesia sebagai negara berkembang. Meskipun sudah ada peraturan perundangan yang menjamin keselamatan konsumen dalam transportasi laut, namun kenyataannya, masih terdapat bentuk-bentuk penyelewengan yang terjadi dalam pelayanan transportasi laut yang seringkali merugikan pihak konsumen. Para penyedia jasa transportasi terkadang tidak memenuhi standar pelayanan yang layak terhadap penggunaan jasa alat transportasi ini. Contoh terbaru adalah terjadinya kecelakaan kapal penumpang yang terjadi di perairan dekat pelabuhan Tual, Maluku Tenggara. Dimana, dalam peristiwa kecelakaan kapal motor tersebut mengakibatkan enam orang penumpang meninggal dunia. Ini merupakan contoh yang mencerminkan betapa aspek perlindungan konsumen sebagai pengguna jasa pengangkutan laut tidak mendapat perlindungan yang memadai sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa pengangkutan laut terhadap kasus kecelakaan laut yang terjadi di selat Gresik – Bawean serta faktor-faktor apakah yang mendukung dan menghambat perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa pengangkutan laut pada kasus kecelakaan laut yang terjadi di selat Gresik – Bawean. Metode yang digunakan penulis disini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dengan cara interview dan observasi.

Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat perlindungan konsumen pengguna jasa angkutan laut pada kasus kecelakaan selat Gresik-Bawean, antara lain adalah : (1) Diterbitkannya peraturan untuk melindungi konsumen ; (2) Adanya peraturan berkaitan dengan kelayakan kapal pada jasa pengangkutan laut ; (3) Kesadaran pemilik kapal untuk menjamin keamanan konsumen saat menggunakan jasa pengangkutan laut ; dan (4) Dukungan Pemerintah Daerah untuk keamanan konsumen saat menggunakan jasa Pengangkutan laut. Sedang faktor penghambat perlindungan terhadap konsumen pengguna jasa angkutan laut pada kasus kecelakaan selat Gresik-Bawean, antara lain adalah : (1) Sosialisasi peraturan tentang perlindungan konsumen kurang sehingga masyarakat masih kurang paham akan haknya sebagai konsumen ; (2) Adanya kolusi di Pelabuhan ; (3) Kurangnya tanggung jawab pemilik kapal terhadap kasus kecelakaan yang terjadi ; dan (4) Lambannya penanganan klaim oleh lembaga-lembaga yang bertanggung jawab

Kata Kunci : perlindungan hukum, konsumen - jasa pengangkutan laut

Pendidikan Pemberdayaan (Empowering Education) ; Buku Panduan Bagi Para Pendidik

Posted By CAMPUS On 12.36 0 komentar
Pendahuluan
Buku ini adalah buku Pendidikan Pemberdayaan. Buku ini tidak sama dengan buku cetak biasa. Buku ini tidak mengandung informasi yang biasanya dimuat oleh buku-buku cetak yang dipakai di sekolah-sekolah. Buku ini tidak memuat larangan-larangan dan kebenaran-kebenaran baku umum. Buku ini tidak mengajarkan arti tradisional dari istilah-istilah tersebut.

Manual ini memiliki tujuan yang berbeda: mengajarkan anda untuk belajar sendiri, memperoleh pengalaman dan pengetahuan sosial sendiri, dan dengan murah hati membaginya dengan yang lain.

Dalam kelas-kelas Pendidikan Pemberdayaan, para siswa diajarkan untuk mengembangkan hubungannya dengan orang lain berdasarkan kepercayaan dan kemitraan dan peka jender, serta bagaimana cara untuk bekerjasama dan membentuk suatu tim dengan sukses.

Pelatihan ini dibangun dengan etika dan filosofi anti-kekerasan dan didasarkan pada usaha mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman sendiri. Ditiap sesi, tiap siswa mendapatkan pemberdayaan, dan mereka berhak untuk menjadi bagian penting dalan dialog yang terjadi di dalam tiap pelatihan. Tiap siswa memainkan peranan aktif dalam proses pengajaran.

Bagaimana hal ini dapat dicapai dalam diskusi kelompok besar maupun kecil, curah pendapat, studi kasus, permainan-peranan (role-playing); melalui situasi-situasi yang disarankan dimana garis tipis antara ciptaan dan kenyataan dihapuskan, ketika situasi-situasi yang diciptakan dilihat sebagai suatu model hubungan antar manusia dalam masyarakat. Harus ditekankan bahwa pendidikan jenis ini menggunakan pengalaman unik dan berharga dari tiap siswa. Hal ini menggambarkan penghormatan terhadap pengalaman dan diri tiap siswa.

Ini merupakan pendekatan pengajaran yang merupakan dasar dari Proyek Pendidikan Pemberdayaan internasional. Proyek ini sendiri memiliki sejarahnya sendiri. Sejarah tersebut termasuk lokakarya-lokakarya pelatihan Kepemimpinan Perempuan yang diadakan oleh Women’s Center dan NIS-US Women’s Consortium sejak tahun 1995. Terdapat pula kelas-kelas yang diadakan di berbagai sekolah dan universitas di Kyiv, Symferopol dan Uzhorod yang tercakup dalam proyek percobaan (pilot project) yang dibiayai oleh Global Women’s Fund. Dan akhirnya, pada tahun 1999, Proyek Pendidikan Pemberdayaan diajukan oleh Information and Consultation Women’s Center (Kyiv) dan didukung oleh Open Society Institute Women’s Network dan International Renaissance Foundation. Berkat dukungan tersebut kini kelas-kelas Pendidikan Pemberdayaan diadakan tidak hanya di Ukrania namun juga di Albania, Georgia. Kyrgyzstan, Lithuania, Tajikistan dan Uzbekistan.

Pendidikan Pemberdayaan terdiri dari empat unit: Komunikasi yang Berhasil, Dialog Bervariasi (Keseteraan Jender), Mengatur diri sendiri-berkolaborasi dengen orang lain, Di jalan menuju anti-kekerasan. Setiap unit mengandung sejumlah latihan yang dijabarkan dalam manual ini, yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti seminar pelatihan, pertemuan, diskusi terbatas, dsb.

Karena itulah manual kami menjadi hasil dari kerjasama dengan banyak orang, pelatih, peserta berbagai proyek, aktivis gerakan perempuan di berbagai negara. Kami berterimakasih kepada semua yang telah membantu kami. Khususnya kami berterimaksih kepada Open Society Institute Women’s Network dan International Renaissance foundation yang memungkinkan terlaksananya proyek kami. Kami juga hendak mengucapkan terima kasih kepada para pengkaji ulang: Doktor Philologis Lubos Pustovit (National Academy of Sciences of Ukraine) dan profesor Evhen Rehusinky (Vernadsky Tavrian State University). Mereka memeriksa manual-manual kami dan memberikan banyak masukan yang berharga.

Manual ini ditujukan terutama untuk mereka yang bekerja untuk proyek ini dan melakukan seminar di tingkat pendidikan menengah. Namun kami berharap buku ini juga dapat berguna bagi mereka yang tertarik terhadapan Pendidikan Pemberdayaan sebagai proyek dan gaya hidup.

Mempublikasikan buku ini mungkin hanya langkah pertama pada jalan yang terbuka di depan kita
Donwload Versi Lengkapnya


PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK DALAM HAJATAN BESAR

Posted By CAMPUS On 12.32 0 komentar
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK DALAM HAJATAN BESAR
(Studi Kasus di Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri)

Abstraksi Penelitian
Perkembangan teknologi dengan adanya fasilitas listrik seringkali tidak diimbangi dengan perkembangan kemampuan ekonomi masyarakat. Akibatnya masyarakat sering kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berbagai fasilitas pendukung yang memerlukan sumber energi tenaga listrik. Ini menjadikan masyarakat berupaya untuk mendapatkan pasokan energi listrik lebih dengan biaya serendah mungkin, sehingga pada akhirnya menggunakan listrik secara ilegal untuk kepentingan beberapa momen tertentu. Yang umum terjadi dalam lingkup masyarakat desa adalah momen hajatan besar seperti pernikahan, khitan, dan selamatan yang memerlukan daya pasokan listrik besar. Penulis di sini tertarik untuk mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar serta bentuk penegakan hukum oleh PLN dan Kepolisian dalam mengatasi tindak pidana pencurian listrik.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian penulis adalah Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri yang mana merupakan lokasi di mana terdapat fenomena tindak pidana pencurian listrik. Dalam penelitian, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data, penulis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian penulis, dapat diketahui bahwa Faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar antara lain adalah: (1) Faktor ekonomi; (2) Pihak penyelenggara tidak mau tahu masalah pengadaan listrik, asalkan acara berjalan dengan lancar; (3) Bantuan oknum dari pihak PT. PLN dalam pelaksanaan pencurian listrik; (4) Minimnya pengawasan, baik dari pihak PT. PLN maupun kepolisian; (5) Kurang tegasnya sanksi. Tindakan penegakan hukum dari pihak PT. PLN dan Kepolisian terhadap tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar adalah sebagai berikut: (1) Pengusutan dengan penngukuran meteran oleh PLN dengan dibantu pihak Kepolisian; (2) Sanksi pencabutan listrik dan denda oleh PLN; (3) Penangkapan oleh pihak Kepolisian atas kasus pencurian.

Penulis mengajukan saran dimana hendaknya PT. PLN berbenah dengan melakukan pengawasan terpadu terhadap aktivitas hajatan yang berpotensi terjadi pencurian listrik. Selain itu pelaksanaan sanksi hendaknya diperjelas sehingga individu yang melakukan tindak pencurian listrik akan mempertimbangkan konsekuensi yang timbul akibat tindakan pencurian tersebut. Untuk pihak kepolisian merancang suatu agenda untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan hajatan yang berpotensi terjadinya pencurian listrik oleh penyelenggara. Untuk legislatif pembuat undang-undang hendaknya memperhatikan adanya kekurangan dari peraturan perundangan yang ada berkaitan dengan tindak pidana pencurian listrik dan kemudian mengeluarkan aturan baru yang lebih eksplisit dan jelas terutama berkaitan dengan konsekuensi yang timbul bila individu melakukan pencurian listrik dalam hajatan besar
Kata Kunci : penegakan hukum, tindak pidana, pencurian listrik, hajatan besar


TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG

Posted By CAMPUS On 12.09 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Pelanggaran lalu lintas merupakan permasalahan yang banyak dihadapi di berbagai Kota besar. Pelaksanaan penegakan hukum lalu lintas merupakan tanggungjawab Kepolisian dengna lembaga peradilan sebagai pendukung dalam hal legislasi hukum. Mekanisme legislasi dilakukan oleh pengadilan yakni dengan proses pemeriksaan cepat dengan adanya pembebanan sangsi terhadap para pelanggar. Sanksi denda yang diberikan tidak bisa dibilang ringan, tetapi tetap terjadi peningkatan kuantitas para pelanggar. Oleh karena itu, penting untuk diketahui bentuk putusan hakim dalam pelanggran lalu lintas serta korelasi putusan tersebut dengan kepastian, keadilan dan kemanfaatan bagi pelanggar dengan tujuan dapat dilakukan peminimalisiran angka pelanggaran lalu lintas

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk putusan hakim dalam pelanggaran lalu lintas, pertimbangan hakim dalam pengambilan putusan, serta juga aspek keadilan, kepastian, dan kemanfaatan putusan hakim dalam putusan kasus lalu lintas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian penulis adalah Gedung Pengadilan Negeri Kota Malang yang biasa menyelenggarakan sidang berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas. Dalam penelitian, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data, penulis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian penulis, dapat diketahui bahwa bentuk Putusan Hakim adalah berupa pidana denda terhadap terdakwa, tanpa adanya BAP serta surat putusan Peradilan berkaitan dengan perkara tersebut. Pertimbangan hakim dalam perkara lalu lintas terutama adalah karena mengacu pada kenyataan bahwa pelanggaran dalam peraturan lalu lintas memiliki sifat melawan hukum atau yang mana dalam KUH Pidana ditunjukkan dengan kata wederrechttelijk untuk menunjukkan sifat tidak sah suatu perbuatan atau suatu maksud. Wujud konkrit dari aspek keadilan yang paling mudah dilihat adalah kesesuaian antara pelanggaran pidana yang dilakukan dengan sanksi yang dijatuhkan. Asas kepastian hukum berarti Hakim harus dapat memberikan pertimbangan yang sesuai dengan tolok ukur peraturan perundangan yang berlaku dalam bidang lalu lintas dan jalan raya. Bila menilik pada aspek kemanfaatan, memang sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap terdakwa pelanggar lalu lintas sangat dibutuhkan untuk dapat menimbulkan efek jera sehingga terdakwa tidak lagi mengulangi perbuatannya dalam pelanggaran lalu lintas.

Penulis mengajukan saran dimana perlu diterapkan mekanisme baru untuk mengatasi ketidakhadiran terdakwa pelanggar lalu lintas dalam sidang peradilan. selain dititipkan kembali ke Kepolisian yang mana dapat menunjang citra pelaksanaan hukum lalu lintas. Dengan memperhatikan aspek keadilan dan transparansi hukum, maka hendaknya terdakwa yang terkena sanksi pelanggaran lalu lintas bersedia menghadiri sidang demi pembelajaran hukum bagi masyarakat. Hendaknya kepolisian juga meningkatkan upaya sidang di tempat dengan menghadirkan hakim, jaksa dan sebagainyayang bisa memberikan contoh pembelajaran hukum bagi masyarakat.
Kata Kunci : tinjauan yuridis, putusan hakim, perkara pelanggaran lalu lintas


Tema Pesan Film (Analisis Isi Frekuensi Kemunculan Tema Pesan Dalam Fim Catatan Akhir Sekolah Karya Hanung Bramantyo)

Posted By CAMPUS On 11.15 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Film sebagai salah satu bentuk media masa dipandang mampu memenuhi permintaan dan selera masyarakat akan hiburan dikala penat menghadapi aktifitas hidup sehari-hari. Pasar film Indonesia memang baru tumbuh lagi setelah melewati masa kritisnya. Rexinema salah satu rumah produksi yang telah sukses dalam film Jelangkung dan Tusuk Jelangkung, kembali menghadirkan sebuah film drama remaja di tengah ramainya film-film remaja yang sedang muncul. Catatan Akhir Sekolah (CAS) sukses di pasaran tidak terlepas dari strategi kreatif produser yang memperhitungkan selera dan kegemaran pangsa pasar, terutama genre kelompok remaja. Alasan peneliti menggunakan film ini karena CAS adalah tipikal yang beda dari kebanyakan. Film CAS tidak hanya memfokuskan pada masalah cinta pada kebanyakan film remaja, CAS menawarkan sisi lain yang berbeda yaitu dengan menampilkan kisah persahabatan dan keinginan sekelompok anak SMU dalam menunjukkan eksistensi mereka.

Atas dasar latar belakang tersebut maka penulis ingin mengetahui tema pesan apa saja yang terdapat dalam film CAS. Penelitian ini mengambil objek penelitian pada film Catatan Akhir Sekolah yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan di produksi oleh Rexinema.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Dengan tipe penelitian deskriptif kuantitatif. Unit analisisnya adalah unit tematik. Alasan menggunakan analisis isi karena akan memperoleh suatu hasil atau pemahaman terhadap berbagai isi pesan komunikasi yang disampaikan oleh media massa atau sumber informasi yang lain secara objektif dan sistematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menelaah catatan-catatan atau dokumen-dokumen sebagai sumber data serta pengamatan langsung pada objek penelitian.
Penelitian ini menggunakan struktur kategori yang merujuk dari kategori yang telah dibuat oleh Flournoy dan Kris Budiman yang kemudian disesuaikan sendiri oleh peneliti menurut kebutuhan penelitian.Sedangkan samplingnya menggunakan total sampling, dengan merujuk pada keseluruhan tema yang ada pada film CAS. Satuan ukurnya adalah scene-scene yang terdapat dalam film CAS. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi. Alat analisis ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui frekuensi kemunculan masing-masing kategori. Kemudian untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, penulis akan melakukan uji reliabilitas dan validitas. Dalam uji reliabilitas kategori, penulis menggunakan sistem koding, dimana penulis dibantu oleh koder guna mengukur ketepatan penilaian penulis terhadap kandungan tema pesan dalam tiap scene film ”Catatan Akhir Sekolah”. Untuk menghitungnya peneliti menggunakan rumus Holsty yang selanjutnya dimasukkan kedalam rumus Scott.
Dari hasil penelitian penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa tema pesan yang terdapat dalam tiap scene dalam film Catatan Akhir Sekolah meliputi tujuh macam tema berikut ini, yaitu : Tema Kejahatan dan Hukum ; Human Interest ; Pendidikan, seni, dan olah raga ; Penampilan ; Tata Rumah ; Tema anak ; serta tema Ekonomi
Dari hasil penelitian yang juga telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan dua orang koder, dimana nilai reliabilitasnya menurut rumus holsty adalah 99% dan dengan hasil tersebut maka data tersebut dapat dinyatakan reliabel dan valid. Selanjutnya analisa data dengan menggunakan alat distribusi frekuensi, maka ditemukan tema yang dominan keluar pada film “Catatan Akhir Sekolah” adalah tema human interest, yaitu tema yang meliputi percintaan, persahabatan, tindak emosional, dan humor sebanyak 23,1%; 18,2%; 60,9%; 58,5%; 36,5%; 20,7%; 2,4%; 1,2% yang muncul pada masing-masing sub tema. Tema tersebut mendominasi karena memang secara umum, film “Catatan Akhir Sekolah” mengisahkan tentang persahabatan tiga orang siswa SMA yang selalu dianggap pecundang oleh teman-temannya sehingga mereka tertantang untuk membuktikan eksistensi diri mereka lewat suatu kegiatan positif, yaitu membuat film dokumenter tentang sekolah mereka sebelum mereka lulus. Persahabatan yang dibumbui romantika cinta remaja amat mendominasi tiap scene


Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan PT ’X’ di surabaya”

Posted By CAMPUS On 13.45 0 komentar
1.1. Latar Belakang Masalah
Pola industri abad ini mengalami perubahan yaitu dengan memunculkan suatu pola ekonomi baru yaitu “knowledge-based industries”. Realitas saat ini menunjukkan bahwa perubahan pola industri dengan sumber daya fisik (pabrik, mesin dan tanah) telah berubah pada pola industri berbasis pengetahuan. Perubahan ini belum direspon dan dilaporkan secara memadai pada laporan keuangan perusahaan. Pengeluaran untuk investasi non fisik masih dicatat sebagai biaya bukan dilaporkan sebagai aset atau sumber daya perusahaan yang nantinya akan mendatangkan future economic benefit.

Adanya perubahan paradigma pelaporan akuntansi memunculkan saat dibandingkan antara lain sumber daya perusahaan di neraca dengan nilai pasar saham perusahaan. Ini terjadi mencolok pada perusahaan yang berbasis di pengetahuan, menurut hasil penelitian Steward untuk perusahaan yang berbasis pengetahuan bahwa dalam jangka panjang perbandingan antara nilai buku perusahaan yang tercantum di neraca dengan nilai pasar saham berbanding 1:7 sedangkan untuk industri baja 1:1. hasil penelitian ini sebagai bukti adanya ”missing value” untuk perusahaan yang berbasis pengetahuan. Yang kemudian disebut sebagai modal intelektual (intellectual).

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang peranannya dirasakan semakin penting bagi pengembangan perusahaan maupun ekonomi nasional. Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi bermanfaat bukan saja dalam menyesuaikan gerak langkah perusahaan atas iklim usaha yang begitu cepat, namun tersedianya SDM yang tinggi tersebut memungkinkan perusahaan dapat antisipasi terhadap kemungkinan berbagai perubahan dalam lingkungan usaha, dengan demikian akan memberikan ”competitive advantage” bagi perusahaan (Bawazier, 1992: 19).

Tuntutan persaingan di berbagai bidang, harus dijawab dengan perbaikan dan peningkatan kualtias SDM yang ada. PT ”X” tak mungkin mempunyai kinerja yang bagus tanpa ditunjang kualitas sumber daya manusia yang bagus pula. Pola pengaturan dan pengawasan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Pengelolaan sumber daya manusia dengan baik akan meningkatkan daya saing PT ”X”.

Akuntansi sumber daya manusia pada dasarnya memberikan pandangan berbeda dengan akuntansi konvensional dan memberikan solusi atas kelemahan-kelemahannya dengan memasukkan manusia dalam laporan keuangan sebagai unsur aktiva.
Adapun faktor biaya yang merupakan bagian dari pengukuran ini yaitu biaya untuk merekrut, memilih, memperkerjakan, melatih dan mengembangkan aktiva manusia. Karena itulah akuntansi sumber daya manusia bukan hanya suatu sistem yang mengukur biaya dan nilai manusia dari suatu organisasi, tetapi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana me-manage manusia sebagai sumber daya organisasi.

Sebagai sebuah perusahan, PT ”X” dalam perekrutmen karyawan, sumber daya manusia merupakan salah aset akan berpengaruh pada penyusunan laporan keuangan. Steward menyebutkan bahwa sumber daya manusia adalah aktiva organisasi yang paling penting. Juga disebutkan oleh Polanyi (1996: 56) bahwa sumber daya ini mempunyai sifat yang unik dan masalah pengukurannya pun komplek dan tidak mudah diidentifikasi kepemiliknya, tetapi pengetahuan yang dimiliki sumber daya ini memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan nilai dan kelangsungan hidup perusahaan. Jadi pengetahuan yang dimiliki karyawan akan menjadi aset yang berharga bagi perusahaab apabila diciptakan, dipelihara dan ditransformasikan dan di-manage sehingga mempunyai manfaat terhadap perusahaan, jika tidak maka pengetahuan tersebut tidak ada artinya.

Peningkatan kualitas PT ”X” membutuhkan informasi mengenai sumber daya manusia dan biaya-biaya yang terkait didalamnya, informasi keuangan yang relevan dan akurat memberikan keyakinan yang memadai bagi pengmabil keputusan.
Berdasarkan latar belakang maka penulis mengambil judul ” Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan PT ’X’ di surabaya”

1.2 Rumusan Masalah
Sesuai dengan uraian latar belakang masalah diatas,maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti adalah “ Bagaiamana penerapan akuntansi sumber daya manusia pada PT “X” dan pengaruhnya dalam penyusunan laporan keuangan? “`

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dijelaskan diatas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah :
a) Umum
 Mengaplikasikan metode pengukuran akuntansi sumber daya manusia dalam pelaporan keuangan perusahaan
b) Khusus
a. Mengetahui pengaruh dari pelaporan akuntansi sumber daya manusia bagi pihak manajemen perusahaan dan bagaimana pengaruhnya terhadap penyusunan laporan keuangan perusahaan.
b. Mengenalkan akuntansi sumber daya manusia pada masyarakat umumnya dan pengaruhnya terhadap manajemen dalam pengelolaan perusahaan .

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan akan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
a. Memberikan usulan rancangan pelaporan akuntansi sumber daya manusia dalam laporan keuangan perusahaan.
b. Mensosialisasikan pentingnya pemakaian akuntansi sumber daya manusia dalam upaya untuk menyajikan laporan keuangan yang relevan.
c. Mendeteksi tingkat pentingnya faktor sumber daya manusia bagi pihak manajemen perusahaan.
d. Menambah wawasan terhadap penelitan akuntansi yang berhubungan dengan akuntansi sumber daya manusia


Analisis Manfaat Analisis Pekerjaan Dalam Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Pada PT. Adhi Karya, tbk

Posted By CAMPUS On 11.58 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Dewasa ini semakin dipahami bahwa memiliki informasi dan memahami pentingnya informasi tentang sumber daya manusia yang terdapat dalam suatu organisasi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam kehidupan organisasional. Dikatakan tantangan oleh karena tanpa informasi tersebut suatu organisasi tidak mungkin atau sulit mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memandapatkan sumber daya manusia semaksimal mungkin.

Tantangan demikian menjadi lebih jelas lagi terlihat apabila diingat bahwa hanya berdasarkan informasi yang mutkhir, lengkap dan dapat dipercayalah analisis pekerjaan dapat dilakukan secara tepat. Dengan perkataan lain melalui system informasi sumber daya manusia yang demikian dapat ditingkatkan produktivitas suatu organisasi dalam rangka pencapian tujuan dan sasarannya. Artinya, dalam usaha meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan berbagai kegiatan dalam organisasi serta dalam usaha meningkatkan mutu hasil pekerjaan, titik tolak yang paling tepat adalah pengetahuan yang mendalam tentang berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap orang dalam organisasi. Kegiatan analisis pekerjaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi. Dikatakan demikian karena berbagai tindakan dalam pengelolaan sumber daya manusia tergantung pada informasi tentang analisis pekerjaan yang telah dilakukan. Teori manajemen sumber daya manusia memberi petunjuk bahwa ada paling sedikit sepuluh kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang penyelenggaraannya dengan baik didasarkan pada informasi yang berhasil dikumpulkan dan diolah. Fenomena diatas menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengupas mengenai seberapa besar manfaat analisis pekerjaan dalam proses pembentukkan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), dan seperti apa wujud dari manfaat analisis pekerjaan itu sendiri.

Dalam kajian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (libarary research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan sumber-sumber yang dianggap penting dan ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan, terutama yang berhubungan dengan analisis pekerjaan dan sistem informasi sumber daya manusia. Juga penggunaan teknik analisis diskripitif dengan menggambarkan atau menjelaskan laporan teori yang kemudian dibandingkan dengan hasil survei, untuk mengetahui ada tidaknya kesesuaian

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yang dikaitkan dengan analisis pekerjaan dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), pada penerapannya dalam perusahaan, analisis pekerjaan memang memberikan manfaat bagi perancangan sistem informasi sumber daya manusia perusahaan. Dikarenakan informasi dari hasil analisis pekerjaan merupakan salah satu sumber data dalam perancangan SISDM. Namun hubungan keduanya tidak hanya berhenti pada analisis sebagai sumber data bagi SISDM, akan tetapi SISDM sendiri dijadikan bahan untuk melakukan analisis pekerjaan selanjutnya. Sebagai akibat adanya pemuktahiran data (perubahan sesuai perkembangan informasi yang diperoleh berupa input data terbaru).


Pengaruh Ability (kemampuan) Dan Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang Sidoarjo

Posted By CAMPUS On 11.54 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Syarat yang harus dipenuhi suatu perusahaan agar dapat sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. PT. Meco Inoxprima adalah perusahaan yangbergerak dalam bidang plan engineering dengan total tenaga kerja 350 orang dengan staff 116 orang sedangkan pada bagian produksi 234 orang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ability ( kemampuan ) dan motivasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang-Sidoarjo. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT. Meco Inoxprima.
Dalam penelitian ini menggunakan teori A. A. Prabu Mangkunegara yang menyatakan bahwa Ability ( kemampuan ) dan motivasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan.
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ability ( kemampuan ) ( X1 ) dan motivasi ( X2 ). Sedangkan variabel tergantungnya adalah prestasi kerja yang pengerjaannya dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 11,5 for windows dengan hasil persamaan regresi sebagai berikut :

Y = 1,836 + 0,283 X1 + 0,154 X2

Persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa semua koefisien berganda positif yang berarti semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model memiliki arah perubahan yang searah dengan variabel terikatnya, artinya apabila variabel bebas naik dengan asumsi variabel terikatnya juga ikut naik.

Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa variabel bebas yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun secara parsial terhadap variabel terikat. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan uji statistik F, dimana nilai F-hitung sebesar 11,321 lebih besar dari nilai kritis F-tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 3,91. sedangkan untuk uji statistik t menunjukkan keseluruhan nilai t-hitung sebesar 2,655 lebih besar dari nilai kritis t-tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,66.


Pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya

Posted By CAMPUS On 11.49 0 komentar
1.1. Latar Belakang
Komitmen karyawan bagi sebuah perusahaan sangat penting baik bagi karyawan maupun organisasi, karena dianggap sebagai outcome yang positif. Sebab komitmen karyawan yang tinggi terhadap organisasi memungkinkan seseorang karyawan yang memperlihatkan keinginan kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi, kemudian karyawan tersebut bersedia untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi tersebut serta tingkat kepercayaan yang tinggi akan tujuan dan nilai-nilai organisasi yang melekat pada dirinya.

Agar karyawan mempunyai komitmen organisasi yang tinggi, dibutuhkan karyawan yang profesional dan handal dalam bidangnya. Hal tersebut, ditandai beberapa organisasi yang memasukkan unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan/posisi yang ditawarkan dalam iklan-iklan lowongan pekerjaan. Sehingga pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif.

Adanya perbedaan keinginan dan harapan konsumen, karyawan dituntut bekerja secara baik. Dalam arti sesuai dengan persepsi pelanggan, yaitu karyawan harus bersikap sabar, teliti, tenang dan telaten dalam menyelesaikan tugasnya. Agar dapat merealisasikan ini semua dibutuhkan komitmen yang tinggi dari karyawan.

Menurut pendapat Mchinsky (1987) yang dikutip Tri Mardiana (2004:24), menyatakan bahwa komitmen karyawan pada organisasi dapat dipengaruhi sejauh mana perusahaan mampu menyeleksi orang-orang yang diperkirakan mempunyai komitmen terhadap organisasi, sedangkan campur tangan organisasi mengandung pengertian sejauh mana perusahaan dpat melakukan sesuatu yang membuat karyawan memiliki komitmen pada organisasi.

Dan pendapat Steers dan Porters (1983) yang dikutip oleh Tri Mardiana (2004:27) faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah (1) karakteritik individu termasuk masa jabatan dalam organisasi dan variasi kekuatan kebutuhan seperti kebutuhan berprestasi,(2) karakteristik pekerjaan seperti identitas tugas dan kesempatan berinteraksi dengan rekan sekerja, (3) pengalaman kerja, seperti keterandalan organisasi yang terlihat dimasa lampau dan cara-cara pekerja lainya memperbincangkan dan mengutarakan perasaan mereka mengenai organisasi, dan (4) karakteristik struktural seperti tingkat formalisasi, ketergantungan fungsional dan desentralisasi.

Persoalan komitmen bukan hanya merupakan kreiteria evaluasi, namun lebih dari itu yang merupakan pendukung efektivitas organisasi. Para karyawan dengan komitmen organisasi yang tinggi akan memberikan tingkat kepercayaan dan memiliki keinginan untuk tetap ada di dalam organisasi tersebut. Menurut pendapat Mitchel (1982:136) memandang komitmen organisasi sebagai suatu orientasi nilai terhadap kerja yang menunjukkan bahwa individu sangat memikirkan pekerjaannya, pekerjaan yang memberikan kepuasan hidup, dan pekerjaan memberikan status bagi individu.

PT. Bumi Menara Internusa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembekuan udang dan beraneka ragam ikan laut yang siap diekspor keluar negeri dan didistribusikan ke dalam negeri. Agar udang yang dibekukan tetap segar dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan, diperlukan komitmen karyawan yang tinggi terhadap perusahaan. Komitmen karyawan yang tinggi ditandai dengan adanya orang-orang yang bersedia berusaha demi kepentingan perusahaan, loyal dan terlibat secara penuh dalam usaha meraih tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan.

Penelitian ini berusaha menggali lebih dalam tentang pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya. Oleh karena itu judul yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “ Pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya”.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka masalah yang di bahas dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagaimana berikut:
1. Apakah karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?
2. Apakah karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja secara sebagian (parsial) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?
3. Dari ketiga faktor tersebut diatas (karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja) mana yang paling dominan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengkaji pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya secara bersama-sama (simultan).
2. Untuk mengkaji pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya secara sebagian (parsial).
3. Untuk mengkaji pengaruh paling dominan dari ketiga faktor tersebut diatas (karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja) terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi kepada manajemen mengenai besarnya pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi.
2. Memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengkaji teori yang telah diterima selama masa perkuliahan.
3. Manambah informasi (referensi) bagi pihak lain yang mengadakan penelitian lebih lanjut.

1.5. Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika skripsi ini disusun dalam urutan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah yang merupakan landasan pemikiran secara garis besar yang menimbulkan minat untuk melakukan penelitian.Dalam bab ini juga dibahas tujuan dan manfaat penelitian.
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab ini membahas landasan teori yang mengemukakan berbagai teori, konsep dan argumentasi untuk membantu memecahkan masalah penelitian yang telah dirumuskan.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini mengemukakan pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis dan membahas mengenai jenis dan tata cara perolehan yang digunakan dalam menunjang penyelesaian penelitian,serta mengungkapkan teknik yang digunakan .
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab ini mengemukakan hasil dan pembahasan penelitian.Dalam bagian ini harus dijelaskan mengenai gambaran umum subyek penelitian,deskripsi hasil penelitian,serta pembahasan hasil penelitian berdasarkan berbagai teori,konsep dan argument yang telah dikemukakan.
Bab V Simpulan dan Saran
Pada bab ini berisi kesimpulan mengenai pembahasan serta saran yang mungkin dapat diterapkan untuk memperbaiki keadaan perusahaan yang bersangkutan dan sekaligus penutup dari skripsi ini.



Scarcity In Islamic Economic Perspective (Studi Kritis Atas Esai Populasi Thomas R. Malthus)

Posted By CAMPUS On 11.47 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Dalam banyak literatur ekonomi modern, ekonomi dipahami sebagai suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang per orang atau kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Pilihan harus dilakukan manusia pada saat mereka akan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pilihan itu memang harus dilakukan dikarenakan keterbatasannya sumber daya (limited resources) atau alat pemuas kebutuhan.

Mungkin pembahasan tentang kelangkaan sumber daya (scarcity of resources) merupakan pembahasan yang sangat klasik, hal ini terlihat dari beberapa literatur ekonomi dari karya beberapa tokoh ekonom baik Kapitalis, Sosialis maupun Islam. Pembahasan tentang scarcity merupakan pembahasan yang kelihatan sepele namun memiliki implikasi yang begitu besar pada aktivitas perekonomian. Ketiga sistem itu memandang scarcity secara berbeda. Walaupun dalam kenyataannya antara sistem ekonomi Kapitalis dan Sosialis memandang bahwa scarcity of rsources adalah penyebab dari kurang maksimalnya pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas (unlimited needs and wants). Kapitalis dan Sosialis menempatkan scarcity sebagai problem utama perekonomian, sedang Islam menempatkannya sebagai problem cabang (furu’).
Penelitian ini secara sederhana menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research dan fokus pada life history (studi tokoh). Penelitian ini, memang diarahkan untuk mendeskripsikan pemikiran tokoh Thomas R. Malthus yang terkenal dengan Malthusian Doctrine-nya yang hingga saat ini tetap kontroversial. Memang jika di kaji lebih dalam, akan di dapati korelasi antara Malthusian Doctrine dengan scarcity disinilah tujuan dari metode ini digunakan. Metode ini didukung oleh beberapa pendekatan guna memperoleh gambaran yang komprehensif tentang pemikiran Malthus. Di akhir dari metode penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik analisis data yang bertujuan untuk menemukan dan menggali perspektif teoritis dan empiris guna formulasi teori (theory building).
Adapun penelitian ini dilakukan guna untuk menjawab persoalan yang terjadi yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah sebagaimana yang telah disesuaikan dengan judul penelitian. Yaitu; bagaimanakah perbedaan dan persamaan scarcity dalam pandangan Malthus dan Islam? Dan bagaimanakah solusi Islam dalam mengatasi problem scarcity?
Dari hasil formulasi teori (theory bulding) ini diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai problem solving perekonomian kita.


"Sekolah Gratis Ada Di Mana-mana....Hilang Satu Beban"

Posted By CAMPUS On 15.42 0 komentar

Anak Indonesia Bebas Biaya Sekolah!
Ada kabar gembira bagi pendidikan Indonesia ! di Januari 2009 ini anak-anak Indonesia usia SD dan SMP dapat menikmati Sekolah bebas SPP.Sebuah harapan yang sudah lama diidam-idamkan , Sekolah Indonesia bebas biaya.Para orang tua bisa bernafas lega karena Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan sekolah gratis, terutama pada sekolah negeri tingkat pendidikan dasa mulai SD sampai SMP.

Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun.

Dengan BOS, orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Angka putus sekolah akan berkurang, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Siswa Sekolah Swasta Juga Bisa Bernafas Lega

Untuk siswa miskin yang belajar di sekolah swasta, juga tak perlu khawatir. Pemerintah juga telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah swasta, untuk mendata siswa yang kurang mampu dan membebaskannya dari punguntan biaya operasional sekolah dan tidak ada juga pungutan biaya yang berlebihan kepada siswa yang mampu.

Apa sih RSBI dan SBI?

RSBI adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sedangkan SBI adalah Sekolah Bertaraf Internasional. Saat ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, banyak sekolah-sekolah yang menyamakan kurikulumnya dengan kurikulum internasional. Dari segi fasilitas pun sudah disesuaikan dengan kualitas bertaraf internasional.

Siswa Senang Belajar, Guru Tenang Mengajar.

Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta.

Biaya Seragam, Ekstrakulikuler dan Studitour-nya Bagaimana?

Dari dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah. Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: studytour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS. Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah. Serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua.

Ada Bantuan dari APBD, loh!

Semua pasti berharap terealisasinya pendidikan gratis. Agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dasar 9 tahun dan dapat mengangkat martabat dan derajat bangsa kita. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Tenang saja… karena pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangannya dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.

Sanksi Bagi Pelaku Penyimpangan Dana

Pemerintah Daerah akan memasyarakatkan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 ini. Dan akan bertindak tegas bagi yang melanggarnya serta memberantas para pelaku penyimpangan dana tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka dana BOS akan disalurkan langsung ke rekening tiap-tiap sekolah. Dan secara khusus pemerintah akan mengirim tim pengawas untuk memonitor dana tersebut.
Donwload Panduan Sekolah Gratis

Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food And Beverages (Makanan Dan Minuman)

Posted By CAMPUS On 11.34 0 komentar
Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food And Beverages (Makanan Dan Minuman) Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Surabaya (Bes) Periode 2001 - 2005

Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan keuangan perusahaan - perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada bursa efek surabaya (BES), yang telah memenuhi syarat sebagai perusahaan yang boleh dilakukan penelitian kerena sudah terdaftar pada bursa efek surabaya 2001 - 2005,dan perusahaan yang masih aktif diperdagangkan di pasar sekunder, dan memiliki laporan keuangan terlengkap dari perusahaan tahun 1999 sampai tahun 2001. Dengan judul : Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food and Beverages (Makanan dan Minuman) Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Surabaya (BES) Periode 2001 - 2005. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh analisis laporan keuangan terhadap pengambilan keputusan investasi.

Dari pengolahan data dengan bantuan SPSS 11.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut:
Model persamaan regresi linier berganda adalah : Y = 2,523 -0,001 X1 -8,225E-07 X2 -1,789E-05 X3 + 4,004E-05 X4 + 0,047 X5 + e , Nilai koefisien korelasi atau R adalah 0,719 atau 70%. Bertanda positif menunjukkan bahwa korelasi yang terjadi antara variabel X dan Y adalah sangat kuat dengan hubungan tidak searah. Untuk nilai R Square adalah 0,517 atau 50% artinya pada perubahan variabel ROI benar - benar nyata dipengaruhi oleh lima variabel bebas dalam model regresi sebesar 50% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Nilai F hitung sebesar 5,143 yang ternyata lebih besar dari F tabel dengan  = 5% dan df = 24 sebesar 4,26. Hal ini menunjukan bahwa variabel analisis laporan keuangan secara bersama - sama berpengaruh secarah siknifikan terhadap pengambilan keputusan investasi pada perusahaan makanan dan minuman periode 2001 - 2005.
Untuk uji t didapat nilai t hitung untuk CR adalah -0,224, QR adalah -1,585, DER adalah -0,295, DAR adalah 0,843, dan TAT adalah 1,907 dengan nilai t tabel sebesar I,71, t hitung untuk CR, QR dan DER lebih kecil dari t tabel itu berarti secara individual analisis laporan keuangan yang ditunjukan oleh curren ratio (CR), quick ratio (QR), dan debt to equity ratio (DER) tidak mempengaruhi secarah siknifikan pengambilan keputusan investasi pada perusahaan makanan dan minuman periode 2001 -2005.
Sedangkan untuk t hitung DAR adalah 0,843, dan TAT adalah 1,907 pada level siknifikan 0,005% lebih besar dari t tabel yaitu 1,71,maka dengan demikian dugaan yang menyatakan bahwa analisis laporan keuangan yang ditunjukan oleh debt to assets ratio (DAR)dan total assets turnover (TAT) mempengaruhi pengambilan keputusan investasi terbukti secara nyata.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang Sidoarjo

Posted By CAMPUS On 11.28 0 komentar
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan sangatlah penting dan harus diperhatikan oleh setiap manajer pada perusahaan. Faktor-faktor tersebut dapa dibagi menjadi dua yaitu faktor Intern dan faktor Ekstern. Faktor- faktor Intern merupakan faktor motivasi yang ada dalam diri setiap manusia. Sedangkan faktor Ekstern merupakan faktor motivasi dari luar yang dapat mempengaruhi setiap orang untuk melakukan suatu tindakan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima di Sepanjang –Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisa data yaitu Teknik Analisis Faktor pada program SPSS ver.10,5. Jumlah populasi keseluruhan adalah 350 orang yang terdiri dari 116 orang pada bagian manajemen dan 234 orang karyawan bagian lapangan. Sedangkan sample yang diambil adalah 75 sampel.
Dalam penelitian ini menggunakan dasar teori motivasi yang dikemukankan oleh Hezberg. Yang menyebutkan bahwa kepuasan manuisia terdiri dari puas dan tidak puas. Yang selanjutnya diteliti lagi oleh Pittsburgh sehingga melahirkan teori two faktor yaitu Hygiene. Yaitu hal yang menyebabkan ketidakpuasan atau perasaan negative yang meliputi Kebijakan dan administrasi perusahaan (X1.1), Pengawasan (X1.2), Hubungan dengan Pengawas (X1.3), Kondisi Kerja (X1.4), gaji (X1.5), Hubungan dengan rekan sekerja (X1.6), Kehidupan Pribadi (X1.7), Hubungan dengan bawahan (X1.8), Status dan Keamanan (X1.9). Motivator. Yaitu hal yang menyangkut kepuasan kerja dan perasaan positif yang meliputi; tercapainya tujuan (X2.1), Pengakuan (X2.2), pekkerjaan (x2.3), Pertanggung jawaban (X2.4), Peningkatan (X2.5), Pengembangan (X2.6).
Dari hasil olah data yang menggunakan program SPSS ver.10,5 dengan teknik anlisis faktor diketahui bahwa terdapat dua faktor motivasi baru yang terbentu yaitu Faktor Motivasi Intern yang meliputi Hubungan dengan Pengawas dengan nilai faktor loading 0,940, Pekerjaan itu Sendiri dengan loading faktor 0, 936, Pertanggung Jawaban 0,960, Pengembangan 0,805. Faktor Motivasi Ekstern yang meliputi Kondisi kerja dengan nilai loading faktor 0,871, Gaji 0,782, Status dan Keamanan 0,889, dan Tercapainya Tujuan dengan nilai loading faktor 0, 662. Dengan nilai KMO sebesar 0,709 dan Bartlet Test sebesar 542,665 dengan tingkat signifikansi 0,000.
Dari nilai reproduce dan residual dari hasil olah data, serta nalisis validitas dan reliabilitas maka dapat diketahui bahwa model dengan dua komponen group yaitu Motivasi Intern dan Motivasi Ekstern mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang-Sidoarjo. Sedangkan variabel 1 dan 2 lainnya dinyatakan gugur.

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada CV. New Aura Transport Service Di Surabaya

Posted By CAMPUS On 11.26 0 komentar
Peningkatan kualitas pelayanan jasa sangat penting bagi pelanggan, yang secara umum dibagi 5 bagian untuk pelanggan yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Alasan perusahaan juga meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah untuk menciptakan kepuasan pelanggan, karena sebagai suatu strategi yang tepat untuk berhasil dan bertahan dalam persaingan yang terus meningkat.

Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan pengguna jasa sentral mobil CV. New Aura Transport Service di Surabaya. Sedangkan Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Accidental sampling. Adapun jumlah sampel ditetapkan sebanyak 100 orang, sehingga sampelnya berjumlah 100 orang. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis factor dengan alat statistik SPSS 12,0 for windows.
Berdasarkan hasil olahan data dapat diperoleh hasil penelitian antara lain; nilai KMO (Kaiser Meyer Olkin) dan Bartlett’s Test sebesar 0,663 yang lebih besar dari nilai 0,5 maka kumpulan faktor-faktor tersebut dapat diproses lebih lanjut, dengan menggunakan analisa faktor. Sedangkan nilai Bartletts’ Test sebesar adalah 1113,186 dengan signifikansi 0,000 (dibawah 5%) sehingga bisa disimpulkan model telah memenuhi fungsi ketepatan (goodness of fittest) sebagai syarat untuk bisa dilakukan analisa factor. Selanjutnya dianalisis dengan nilai MSA (Measures of Sampling Adequacy) untuk korelasi matriks, nampak bahwa Faktor Peralatan yang memadai (X1.2) dengan nilai MSA 0,477. Sehingga harus dilakukan analisis factor ulang lagi.
Diperoleh variasi komponen variabel X1 (tangibles) terdiri dari para karyawan bersikap tanggap (X3-1), Karyawan perusahaan yang berpengetahuan luas (X4-1) dan Perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik (X4-2). Selanjutnya untuk komponen X2 (reliability), menghasilkan variasi factor-faktor pertanyaan : Pemberian informasi yang mudah dipahami dan jelas (X5-1), Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan (X5-2), Perhatian secara individual dari karyawan (X5-3), dan kemudahan untuk dihubungi (X5-4). Kemudian untuk komponen 3 (responsiveness) terdiri dari : Fasilitas yang memadai (X1-1), pelayanan purna yang cepat (X2-1), pelayanan purna yang sudah tepat (X2-2), dan karyawan bersikap sopan (X4-5). Komponen 4 (Assurance) terdiri dari : Kebersihan pengguna jasa rental mobil yang dijamin (X2-5), Kebersihan rental mobil yang dijamin (X2-6), Karyawan bersikap ramah (X4-3), Karyawan bersikap tulus (X4-4), dan pelaksanaan pemberlakuan garansi (X4-6). Dan factor pembentuk komponen variable 5 (emphaty) terdiri dari : Karyawan yang terampil (X1-3), penampilan karyawan (X1-4), Pelayanan dan janji yang sudah sesuai (X2-3) dan jasa yang segera diberikan (X2-4).
Saran yang dapat diberikan pada CV. New Aura Transport Service Surabaya, dalam meningkatkan kepuasan pelanggan : Faktor-faktor kualitas pelayanan : Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty harus mendapat perhatian yang sama secara bersamaan (terintegrasi) dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pengguna jasa angkutan laut CV. New Aura Transport Service Surabaya, karena sama-sama memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan.

Pembentukan Sistem Ketahanan Sosial Melalui Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan

Posted By CAMPUS On 15.58 0 komentar
Ringkasan Proposal
Konflik dan intregasi dalam masyarakat Surakarta tampak memiliki persamaan-persamaan yang khas. Pertama, adanya “power struggle” (perebutan kekuasaan). Kedua, karena adanya “value struggle” (perbenturan nilai) dalam upaya perebutan pengaruh dan hegemoni baik sosial, politik, ekonomi maupun budaya dan agama. Karenanya diperlukan perspekif paradigma baru dalam pembangunan masyarakat Surakarta, yaitu berpijak pada suatu kerangka budaya yang otentik dan positif mendukung kemajuan, kemandirian, partisipasi masyarakat dan keadilan sosial

Perencanaan pembangunan yang berbasis pada komponen-komponen masyarakat seperti disebut di atas mutlak diperlukan, terlebih-lebih pada era otonomi daerah sekarang ini. Otonomi daerah mengamanatkan bahwa keterlibatan masyarakat beserta komponen didalamnya yang merupakan kunci keberhasilan pembangunan itu sendiri. Manakala pembangunan tidak dilakukan bersama-sama oleh komponen-komponen yang ada di masyarakat, maka potensi kegagalan akan semakin besar dan mungkin sekali dapat menimbulkan kerusuhan-kerusuhan sosial seperti yang sering terjadi di masa lalu. Oleh karenanya kemitraan antara institusi pemerintah, asosiasi-asosiasi lokal dan stakeholders mutlak diperlukan. Adanya pemberdayaan dalam ketiga komponen penting ini, merupakan kunci yang sangat penting dalam membentuk suatu ketahanan sosial.
Pemerintah kelurahan sebagai pemegang otonomi terkecil semestinya mampu memberikan pelayanan yang memperkuat ketahanan sosial dan menjamin kepastian hukum bagi masyarakatnya. Begitu halnya dengan asosiasi lokal diharapkan mampu memperdayakan masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya sebagai obyek dari pembangunan, tetapi masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan. Adapun stakeholders diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif sehingga terwujud penciptaan norma-norma oleh masyarakat.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membentuk sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka mencari sistem tersebut dilakukan identifikasi terhadap pemerintah daerah, asosiasi lokal dan stakeholders.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini action research (riset aksi) untuk menyusun sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Tetapi sebelum menemukan model yang sesuai, diperlukan sebuah studi yang mendalam lewat sebuah eksplorasi yang menyeluruh terhadap kondisi lapangan. Acuan dalam penyusunan sistem ketahanan sosial ini adalah data-data yang ditemukan di lapangan.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan untuk memetakan pemerintah daerah, asosiasi-asosiasi lokal dan stakeholders, untuk menyusun sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Tahap kedua dilakukan ujicoba model dan evaluasi.

Kajian Yuridis Normatif tentang Kepemimpinan Perempuan Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif

Posted By CAMPUS On 11.26 0 komentar
Abstraksi Penelitian
Tampilnya sosok perempuan menjadi pemimpin masih kontroversial hingga saat ini. Kita juga mendengar kontroversi yang terjadi antara para kyai NU yakni kontroversi seputar fatwa yang dikeluarkan oleh para kyai NU yang “mengharamkan wanita menjadi pemimpin”. Kemudian ada yang berpendapat bahwa posisi pemimpin adalah “milik” kaum lelaki, sehingga hanya individu yang berjenis kelamin inilah yang layak serta mampu menjalankan fungsi sebagai pemimpin. Sementara di pihak lain berargumen posisi pemimpin bukanlah monopoli kaum lelaki saja. Perempuan berhak, layak, dan mampu tampil menjadi pemimpin. Berdasarkan fenomena tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengungkap lebih jauh lagi dalam bentuk penelitian dengan judul Kajian Yuridis Normatif tentang Kepemimpinan Perempuan Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif

Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan perempuan dari perspektif Hukum Islam dan kepemimpinan perempuan dari perspektif hukum positif. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang membandingkan literatur yang ada berkaitan dengan topik permasalahan yang dibahas untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. Karena dalam hal ini metode penelitian adalah metode normatif, maka penulis menggunakan Data Sekunder sebagai sumber data penelitian, yaitu data-data dari literatur, peraturan perundang-undangan, artikel-artikel, makalah dan sumber tertulis lainnya. Dalam hal ini data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu melukiskan atau menggambarkan dalam rumusan pengertian terhadap bahan-bahan yang diperoleh dari penelitian kepustakaan.
Berdasarkan penelitian penulis, dari perspektif hukum Islam, terdapat kontroversi berkaitan dengan kepemimpinan perempuan. Hal ini dikarenakan terdapat larangan dalam Islam berkaitan dengan kepemimpinan perempuan. Dasar hukum pelarangan itu berasal dari ayat al-Qur'an, yaitu surat al-Nisa ayat 34: yang menyatakan bahwa tiap laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Dalam hadits juga ada tiga macam hadits yang dijadikan dasar dari ketidaksetujuan kepemimpinan wanita. Yaitu hadits yang menyatakan, "Tidak akan bahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan".Kemudian hadits yang menyebutkan bahwa Nabi pernah menyatakan bahwa wanita ‘kurang akalnya’ dan ‘sempit agamanya’. Juga hadits yang menyatakan “Perempuan janganlah dijadikan imam sedangkan makmumnya laki-laki,” Hadits tersebut dijadikan dasar menolak kepemimpinan perempuan. Akan tetapi ulama yang mendukung diperbolehkannya kepemimpinan perempuan menyatakan bahwa baik dari surat maupun hadits sebagaimana tersebut di atas harus dilihat dulu dari perspektif kejadian yang melatari keluarnya hadits tersebut, sehingga mereka menyimpulkan bahwa hadits-hadits diatas berlaku spesifik hanya pada masa tersebut sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk melarang kepemimpinan perempuan pada era ini. Sedang Dari perspektif hukum positif, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan negara, pasal 27 UUD 1945 amandemen IV menyatakan bahwa “…Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan …” sehingga kesimpulan yang didapat adalah, wanita juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkiprah di bidang politik, termasuk menjadi pemimpin negara

Kata Kunci : Yuridis normatif, kepemimpinan perempuan, hukum Islam, Hukum Positif